RSS

Bait Andalus

30 Apr

Segala yang beranjak sempurna kan berkurang pada akhirnya
Maka jangan manusia terperdaya oleh indahnya perhiasan dunia
Kau saksikan segalanya bagai roda yang berputar
Bahagia suatu kala dan sengsara selepas itu semua
Sungguh dunia tak ‘kan sisakan suatu apa pun
Tiada kekal di dalamnya satu urusan pun.

Mana raja-raja bermahkota dari Yaman?
Mana yang dahulu bermahkota menyilaukan?
Mana pula istana yang dibangun kaum Iram?
Mana benteng Persia yang dibangun siang dan malam?
Ketentuan yang tak tertolak telah menimpa semua itu
Hingga segalanya bagai tak pernah ada

Oh Andalus..
Derita itu kini menimpamu
Gunung Uhud pun roboh dan gunung Sahlan hancur mendengar kisahmu
Islam kini menangis hingga tak sadarkan diri
Bagai tangis kekasih yang ditinggal mati
Seketika Islam diusir dari rumah-rumah itu
Diganti kekufuran yang penuhi setiap ruang

Ketika masjid dahulu kini jadi gereja
Tiada lain di dalamnya kecuali salib dan lonceng-lonceng
Mihrab-mihrab itu menangis tersedu
Padahal ia adalah batu Mimbar-mimbar itu bersenandung puisi duka
Padahal ia adalah kayu

Sungguh pahit semua ini meluluhkan segala hati
Seandainya Islam dan Iman masih bersemayam dalam nurani..

Dikutip Dari: http://www.2lisan.com/tulisan/puisi-syair/bait-andalus/

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 April 2011 in Syair

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: