RSS

Mengapa Seorang Muslim Harus Kaya ?

23 Mei

Ibn Umar ra berkata, bersabda Rasulullah Saw :

“Tiada boleh seorang iri hati terhadap orang lain, kecuali dalam dua hal; seorang yang diberi pengertian Quran, maka ia mempergunakannya sebagai pedoman amalnya siang malam, dan seseorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta dan ia membelanjakannya siang dan malam untuk segala amal kebaikan” (HR Bukhari – Muslim)

Rasulullah SAW dan kebanyakan sahabat, sebenarnya bukanlah orang-orang miskin. Mereka memang sengaja memilih untuk hidup zuhud. Ya, zuhud sangat berbeda sekali dengan miskin, karena sekarang ini banyak muslim yang salah dalam memahaminya. Zuhud adalah meninggalkan dunia karena pilihan sendiri, sedangkan miskin adalah ditinggalkan oleh dunia, tak punya kekuatan harta, dan lebih buruk lagi jika bermental peminta.

Rasulullah dan para sahabat, mereka adalah orang-orang dermawan yang rutin bersedekah. Memberikan sedekah secara rutin dan berkala menunjukkan bahwa mereka mempunyai penghasilan rutin dan berkala serta tak terputus. Muhammad SAW sejak umur 16 sudah menjadi pedagang internasional dan dengan kekayaannya (dengan mahar 20 ekor unta dan 12 uqyah emas) beliau melamar Khadijah yang juga seorang pengusaha kaya raya, Abdurrahman bin auf sangat kaya raya dan dijamin masuk surga karena jumlah sedekahnya yang tak terhitung demi perjuangan islam, Abu Bakar juga seorang pedagang yang dengan kekayaannya memerdekakan Bilal bin Rabah, Sa’ad bin Waqqash juga mempunyai harta sampai-sampai emas menggunung di rumahnya dan menjelang wafat ia bahkan ingin menyumbangkan seluruh hartanya itu. Terbukti bukan ? sebenarnya mereka bukan orang miskin…

“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari api neraka, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya” (QS. Al-Lail,92 : 17-18)

Dari kisah kedermawanan sahabat sebetulnya kita bisa lihat bahwa kaya bagi seorang muslim sangat dianjurkan, sementara gaya hidup adalah sebuah pilihan. Lagipula dengan alasan apapun, islam menolak penyakit kemiskinan. Miskin membuat umat ini mudah sekali menyerahkan kehormatan dan aqidahnya. Mudah berhutang, mudah tergantung, mudah tunduk atau membuatnya menjadi peminta-minta. Padahal Rasul mengajarkan bahwa tangan diatas lebih baik daripada tangan di bawah.

Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya untuk berdoa agar terhindar dari jeratan hutang selain rasa lemah dan malas :

“ Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari rasa gelisah dan sedih dan aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pengecut dan kikir dan aku berlindung kepadaMu dari belitan hutang dan penindasan orang” (HR.Abu Dawud)

Ibnu Abid Duni menjelaskan beberapa alasan tentang mengapa kita semua diperintahkan menjadi kaya dalam islam :

Alasan pertama, karena HARTA adalah TULANG PUNGGUNG KEHIDUPAN. Mungkinkah, bisa hidup normal di era sekarang ini begitu kita tak memiliki harta ? menafkahi keluarga, agar anak-anak bisa makan makanan bergizi demi pertumbuhan optimalnya, menyekolahkan nya demi menuntut ilmu yang bermanfaat, atau membiayai pengobatan jika terpaksa harus ke rumah sakit. Semuanya, adakah yang gratis ? tentu saja Allah membebani seseorang sesuai kesanggupannya dan sangat pasti Ia memberikan rizkiNya, tapi bukankah kita juga harus mengusahakannya ?

Alasan kedua, peredaran KEKAYAAN adalah INDIKATOR KESALEHAN atau KEBURUKAN MASYARAKAT. Yahudi yang jumlahnya hanya sekitar 15 juta jiwa, bisa mempengaruhi kebijakan penguasa-penguasa dunia…karena mereka kaya dan menguasai sistem ekonomi global ! Mari kita bayang kan seandainya penguasaan atas amanat kekayaan dimuka bumi ini ada di tangan 1,5 milyar muslim yang saleh dan amanah…!

Alasan ketiga, terlalu banyak PERINTAH SYARIAH yang HANYA BISA DILAKSANAKAN DENGAN HARTA yang cukup. Dari 5 rukun islam, zakat dan haji harus menggunakan uang. Jihad juga menggunakan uang. Menyantuni anak yatim menggunakan uang. Menyumbang atau menidirikan pondok pesantren penghafal Al-Qur’an juga perlu harta. Mendirikan rumah baca gratis di pemukiman yang rendah pendidikannya juga menggunakan uang…

masya Allah..
wallahu’alam bishowab

http://ravenshka.wordpress.com/

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2011 in Artikel

 

One response to “Mengapa Seorang Muslim Harus Kaya ?

  1. WAWAN HIDAYATULLAH

    28 Agustus 2011 at 08:32

    SUBHANNALLAH , MULIALAH MUSLIM YG KAYA RAYA DAN DERMAWAN MEYUMBANGKAN HARTA BENDANYA DEMI SARIAH AGAMA

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: