Sepucuk Surat dari Muslimah Iraq (Fathimah) di Penjara Abu Ghraib

23 Mei

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): (Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa.; Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat.; Dia tiada beranak dan Dia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya.” [Qur’an Surat Al-Ikhlas]

Aku memilih surat yang mulia ini dari kitab Allah, karena surat ini sangat berkesan pada diriku dan diri kalian. Dan surat ini menimbulkan kedamaian, khususnya bagi orang -orang yang beriman.

Saudara- saudaraku para mujahidin di jalan Allah,..Apa yang dapat aku katakan kepada kalian?? Haruskah Aku katakan kepada kalian bahwa Rahim-rahim kami telah dipenuhi janin-janin perzinaan dengan para keturunan kera dan babi yang telah memperkosa kami, dan aku katakan kepada kalian, mereka telah merusak tubuh kami, mereka meludahi muka kami dan merobek- robek lembaran- lembaran al-Quran yang ada dipelukan kami?

Allahu Akbar.!!! Allahu Akbar.!!!

Tidakkah kalian memahami keadaan kami?? ataukah kalian benar-benar tidak mengetahui keadaan kami?

Kami adalah saudari -saudari kalian. dan Allah pasti akan menghisab dan meminta pertanggung jawaban kalian pada hari esok (di padang mahsyar) tentang diri kami.

Demi Allah, tidak ada satu malam-pun yang kami lalui di penjara Abu Ghuraib, kecuali tentara keturunan kera dan babi itu pasti menyiksa dan memperkosa kami.

Takutlah kalian kepada Allah!! Bunuhlah dan hancurkanlah kami bersama mereka, dan janganlah kalian membiarkan kami menjadi permainan mereka.

Takutlah kalian kepada Allah atas apa yang menimpa kami. Tinggalkanlah tank- tank dan pesawat mereka yang ada di luar sana dan arahkanlah senjata kalian kepada kami di sini (Penjara Abu Ghraib)!! Agar kami bisa beristirahat.

Aku (Fatimah) adalah saudari perempuan kalian. Mereka memperlakukan kami sungguh sangat tidak manusiawi, tidak kurang dari 9 (sembilan ) kali mereka memperkosa kami dalam satu hari dengan bengisnya. Apakah kalian tidak berakal ?

Seandainya kejadian ini menimpa saudara perempuan kandung kalian, apa yang akan kalian lakukan?? Kenapa kalian tidak berfikir bahwa aku ini saudari kalian?? Kenapa kalian tidak menganggap aku sebagai saudari kalian??

Dan sekarang Aku bersamaku 13 ( tiga belas) orang yang semuanya masih gadis dan masih terjaga keperawanannya.

Mereka diperkosa dengan cara yang biadab didepan mata kami semua. Mereka melarang kami menegakkan sholat, mereka telanjangi kami dan mereka juga melarang kami memakai pakaian .

Ketika aku menulis surat ini kepada kalian, salah seorang saudari kalian bunuh diri, dengan cara membenturkan kepalanya ke dinding sampai mati. Hal itu terjadi, karena dia tidak kuat menanggung derita setelah di perkosa dan di pukul dibagian dada dan pahanya dengan cara yang amat keji dan tidak masuk akal serta diancam akan dibunuh oleh seorang tentara keturunan kera dan babi.

Meskipun Islam mengharamkan bunuh diri. Akan tetapi aku memakluminya dan aku memohon kepada Allah agar berkenan mengampuninya, karena Allah Maha Pengasih lagi Maha penyayang.

Saudara- saudaraku, Aku sampaikan kepada kalian sekali lagi. Takutlah kalian kepada Allah dan bunuhlah kami bersama mereka agar kami bisa beristirahat dari segala siksaan ini.

Jum’at 14 Desember 2004

Teks Asli:

Dec 21, 2004
By Khadija Abdul Qahaar, JUS And Muhammad Abu Nasr, Free Arab Voice

At approximately 12:25pm on Saturday, resistance fighters waged an unprecedented assault on the Abu Ghraib prison camp south of Baghdad. The assault was sparked by a letter from a female prisoner named Fatima that fueled some Muslim fighters into action.

Fatima’s letter, a hand written document, was recently smuggled out of Abu Ghraib. Fatima is the sister of one of the celebrated Resistance fighters in the area. US occupation forces raided his house some time back but failed to find him, so they took his sister prisoner in an attempt to force him to give himself up. JUS reported the incident at the time and it was said that this family is known for their piety and uprightness.

Here is Fatima’s letter as originally published in Arabic by Mafkarat al-Islam and translated to English by Muhammad Abu Nasr of Free Arab Voice.

Fatima’s Letter:

“In the name of God, the Merciful, the Mercy-giving. “Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.” [Qur’an, Surat 112 “al-Ikhlas”]

I chose this noble Surah from the Book of God because it has the greatest impact on me and on all of you and it strikes a particular kind of awe in the hearts of Believers.

My brother Mujahideen in the path of God! What can I say to you? I say to you: our wombs have been filled with the children of fornication by those sons of apes and pigs who raped us. Or I could tell you that they have defaced our bodies, spit in our faces, and tore up the little copies of the Qur’an that hung around our necks? God is greatest! Can you not comprehend our situation? Is it true that you do not know what is happening to us? We are your sisters. God will be calling you to account [about this] tomorrow.

By God, we have not passed one night since we have been in prison without one of the apes and pigs jumping down upon us to rip our bodies apart with his overweening lust. And we are the ones who had guarded our virginity out of fear of God. Fear God! Kill us along with them! Destroy us along with them! Don’t leave us here to let them get pleasure from raping us! It will be an act to ennoble the Throne of Almighty God. Fear God regarding us! Leave their tanks and
aircraft outside. Come at us here in the prison of Abu Ghurayb.

I am your sister in God (Fatimah). They raped me on one day more than nine times. Can you comprehend? Imagine one of your sisters being raped. Why can’t you all imagine it, as I am your sister. With me are 13 girls, all unmarried. All have been raped before the eyes and ears
of everyone.

They won’t let us pray. They took our clothes and won’t let us get dressed. As I write this letter one of the girls has committed suicide. She was savagely raped. A soldier hit her on her chest and thigh after raping her. He subjected her to unbelievable torture. She beat her head against the wall of the cell until she died, for she couldn’t take any more, even though suicide is forbidden in Islam. But I excuse that girl. I have hope that God will forgive her, because He is the Most Merciful of all.

Brothers, I tell you again, fear God! Kill us with them so that we might be at peace. Help! Help! Help! [Wa Mu’atasima!]” [END]

Subsequently, approximately 100 resistance fighters launched a fierce attack on the prison, forcing US troops to take cover inside their barracks within the compound. Fighters pounded the Americans with barrages of 82mm and 120mm mortar rounds. Large crowds of people gathered outside, fearful that the bombardment might harm the prisoners but they were assured by the fighters that they knew the layout of the prison camp very well.

Mafkarat al-Islam’s correspondent in Baghdad reported that the fighters succeeded in destroying part of the walls of the prison camp, blasting a hole four meters long in the inner and outer fences that encircled the camp.

The fate of Fatima and the other woman with her is unknown.

On a final note, an individual responded to Fatima’s letter yesterday on the Ansar site and wrote:

“Sorry, sister, we are not men. Only true men can answer your cry for help. Men are in a very short supply these days. Sorry again sister.”

It is comments like these that speak to the lack of honor and duty that characterizes many Muslims today. At JUS, we have insisted that rape has been going on since the occupiers landed their muddy boots in Iraq, which has for the most part, fallen on dead ears. We feel great frustration and failure over the receipt of Fatima’s letter because we know there are many more Fatimas being raped in prisons in Iraq and Afghanistan and many other sisters who are being violated who are not in captivity. What must we do to make these voices heard and where are the Muslim men to defend their honor?

In previous times, glory and honor were integrated into the lives of Muslims as part of the complete system of Islam. For instance, a man tied the end of that woman’s dress to a chair while she was shopping and when she got up, a portion of her private parts became visible. She screamed “Wa Mu’atasima”, calling for the Khalif himself. The Khalif wrote this letter to the head of the cross worshipper’s state:

“To the dog of Rome, I am coming to you with an army whose front is at your door and whose rear is right here”

This is honor and glory in action for something much less than rape. This is an army instead of 100 fighters. Those were the days when Muslim men could be found.


Pada hari Sabtu sekitar jam 12:25 tengahari, pejuang mujahiddin telah melancarkan serangan ke atas penjara Abu Gharaib di selatan Baghdad. Serangan tersebut bagi menyahut seruan yang dibuat melalui seucuk surat yang dikirimkan oleh seorang tahanan wanita yang bernama Fatima yang merayu agar pejuang mujahiddin mengambil tindakan.

Surat Fatima, sepucuk surat yang ditulis tangan (oleh darah), baru-baru ini telah diseludup keluar dari Abu Gharaib. Fatima adalah adik kepada salah seorang pejuang mujahiddin di kawasan berkenaan. Tentera pengganas AS telah menyerbu rumahnya beberapa ketika dulu tetapi gagal menemuinya, oleh itu mereka telah menawan adik perempuannya bertujuan untuk memaksa beliau menyerah diri.

Berikut adalah salinan surat Fatima yang disiarkan oleh Mafkarat al-Islam.

Surat Fatima

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah (wahai Muhammad): (Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa.; Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat.; Dia tiada beranak dan Dia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya.” [Qur’an, Surat 112 “al-Ikhlas”]

Saya memilih surah yang suci ini daripada kitabullah kerana ia memberi satu kesan yang besar keatas saya dan ke atas kamu semua dan ia membawa kesan yang besar dan kesedaran di dalam hati orang-orang yang beriman.

Saudaraku para mujahiddin yang berjuang pada jalan Allah SWT! Apa yang dapat saya katakan kepada kamu semua? Ingin saya nyatakan kepada kamu: Perut kami telah dipenuhi oleh anak-anak haram yang dilakukan oleh para haiwan dan b@bi yang telah memperkosakan kami. Atau saya boleh katakan kepada kamu bahawa mereka telah menelanjangkan kami, meludah ke muka kami dan mengoyak ayat al-Quran yang tergantung pada leher kami? Allahu Akbar! Dapatkah kamu memahami keadaan kami? Adakah benar kamu tidak tahu menahu apa yang telah berlaku kepada kami? Kami adalah adik-adik kamu. Allah SWT pasti akan menyoal kamu mengenainya kelak.

Demi Allah, tidak pernah kami melalui satu malam semenjak kami berada di penjara ini tanpa dilompt oleh para haiwan dan b@bi tersebut untuk mengoyakkan tubuh kami dengan rakusnya. Dan kami telah berusaha sedaya upaya untuk melindungi perawan kami demi kerana takutkan allah SWT. Takutlah kamu kepada Allah! Bunuhlah kami semua berserta dengan mereka! Hancurkanlah kami bersama-sama dengan mereka! Jangan tinggalkan kami di sini untuk dijadikan sebagai bahan melepas nafsu ganas mereka dengan memperkosa kami! Ia merupakan satu tindakan yang boleh menggoncang arasy Allah SWT. Takutlah kepada Allah berhubung dengan kami! Tinggalkanlah kereta kebal dan pesawat mereka di luar sana. Datanglah kepada kami di sini di penjara Abu Gharaib.

Saya adalah adik-adik kamu pada jalan Allah (Fatimah). Mereka telah memperkosakan kami lebih dari sembilan kali dalam satu malam. Bolehkah kamu memahaminya? Bayangkanlah salah seorang daripada adik-adikmu diperkosakan. Kenapa kamu semua tidak boleh membayangkannya, sedangkan saya adalah adikmu. Bersama-sama saya terdapat 13 orang gadis yang lain, kesemua mereka belum berkahwin. Kesemua mereka telah diperkosakan dihadapan mata dan telinga setiap orang.

Mereka tidak membenarkan kami menunaikan solat. Mereka membuang pakaian kami dan tidak membenarkan kami memakainya. Semasa saya menulis surat ini, salah seorang daripada gadis tersebut telah membunuh diri. Beliau telah diperkosa secara rakus dan zalim. Seorang tentera telah memukul dada dan pinggangnya setelah beliau memperkosakannya. Beliau telah dijadikan mangsa penderaan dan penyiksaan. Beliau telah menghantuk kepalanya ke dinding sehingga beliau mati, kerana beliau tidak dapat menahannya lagi, walaupun membunuh diri adalah haram menurut Islam. Tetapi saya memaafkan gadis tersebut. Saya juga berharap agar Allah SWT mengampun segala dosanya, kerana Dia adalah Maha Pengampun!

Saudaraku! sekali lagi ingin saya katakan, takutlah kepada Allah! Bunuhlah kami bersama-sama dengan mereka agar kami dapat menikmati keamanan. Tolonglah! Tolonglah! Tolonglah! [Wa Mu’atasima!]

Sebaik sahaja selepas itu, lebih kurang seramai 100 pejuang mujahiddin melancarkan serangan besar-besaran ke atas penjara Abu Gharaib, memaksa tentera kafir AS berselindung di dalam berek mereka dalam kawasan penjara. Pejuang mujahiddin telah melancarkan mortar 82mm dan 120mm ke arah tentera kafir Amerika. Orang ramai berkumpul secara beramai-ramai di luar penjara, bimbang jika mortar tersebut mengenai para tawanan yang berada di dalam penjara tetapi mereka telah diberi jaminan oleh pejuang mujahiddin yang berkata bahawa mereka tahu kedudukan penjara tersebut.

Wartawan Mafkarat al-Islam di Baghdad melaporkan bahawa pejuang mujahiddin telah berjaya memusnahkan sebahagian besar dinding penjara, menyebabkan lubang sebesar empat meter di dalam dan di luar pagar yang mengelilingi penjara tersebut.

Nasib Fatima dan lain-lain gadis bersamanya masih belum dapat diketahui.

Pada nota terakhir, seorang individu telah menjawab surat Fatima semalam dalam laman web Ansar dengan menulis:

“Maaflah adikku, kami bukanlah lelaki yang sebenar. Hanya lelaki yang sebenar sahaja boleh menjawab tangisan kamu memohon pertolongan. Kami tidak mempunyai bekalan yang cukup beberapa hari ini. Maaf sekali lagi, wahai adikku.”

Komen seperti inilah yang menunjukkan betapa kurangnya maruah dan tanggungjawab umat Islam pada hari ini. Kami di LADANG WEB telah beberapa kali mendedahkan perbuatan perkosaan ke atas gadis Islam oleh tentera Salib Amerika (yang masih dianggap wira oleh kebanyakan umat Islam di dunia ini) semenjak mereka memijakkan kaki mereka ke bumi Iraq, tetapi tidak dipedulikan. Kami merasa amat kecewa dan gagal menerima surat seperti yang dituliskan oleh Fatima sebelum ini, kerana kami tahu lebih ramai lagi Fatima yang telah diperkosa di penjara di Iraq dan Afghanistan dan ramai lagi adik-adik perempuan atau anak-anak perempuan kita yang diperkosa dengan zalim dan mereka tidak dapat melawannya. Apakah yang perlu kita lakukan untuk menjadikan suara-suara mereka dapat didengar dan di manakah wira-wira Islam untuk mempertahankan maruah mereka?

Sebelum ini, pada satu ketika dulu, keagungan dan dan maruah telah diintegrasikan ke dalam kehidupan umat Islam sebagai sebahagian dari sistem Islam yang sempurna dan syumul. Sebagai contoh, seorang lelaki telah mengikat hujung pakaian seorang wanita Islam kepada kerusi semasa beliau sedang membeli belah dan apabila beliau bangun, sebahagian daripada kemaluannya telah terdedah. Beliau menjerit, “Wa Mu’atasima”, dan seruannya telah sampai kepada pengetahuan khalifah. Khalifah telah menulis surat kepada ketua gereja dengan berkata:

“Kepada anjing Rome, saya akan datang kepada kamu dengan tentera-tentera kami di mana barisan hadapannya berada di pintu-pintu kami dan barisan belakangnya berada di sini.”

Inilah merupakan maruah dan keagungan yang bertindak ke atas sesuatu tindakan yang tidak sampai kepada tahap perkosaan. Mereka telah menghantar satu bala tentera dan bukannya 100 pejuang. Hari-hari tersebut merupakan hari di mana seorang muslim sejati dapat dicari. Nilailah diri anda dan dimanakah kedudukan iman anda.

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Mei 2011 in Mar'ah, Muhasabah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:


You are commenting using your account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )


Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: